Jatuh yang Membangkitkan Part4

September 28, 2020

Jatuh yang Membangkitkan Part4

Foto 7 insan milyader di cafe

Muhammad Syukri, S.T, M.TI, lahir di Kota Kecil Kuala Tungkal, Jambi 19 Desember 1977 lahir dari keluarga petani dan pedagang kecil Ayahnya hanya tingkat satu Sekolah Rakyat dan Ibu tidak Sekolah, saat ini bertempat tinggal di Tangerang. Sejak kecil bercita-cita menjadi Seorang Insinyur akhirnya mengantarkan beliau lulus S1 Teknik Informatika di Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta. Melanjutkan kuliah S2 di Magister Teknologi Informasi di Universitas Bina Nusantara Jakarta. Saat ini sebagai CEO di PT. Aretanet Indonesia bergerak di bidang Property, Education, IT Development & Digital Marketing. Mendirikan Lembaga Pendidikan IT dan Bisnis dengan nama Areta Informatics College yang mencetak SDM IT Profesional dan Pebisnis.

Pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas sedikit tentang tools bisnis yang kami terapkan di lembaga pendidikan kami. Tools bisnis tersebut dinamakan Grounded Scale Up Revolution Steps. Langkah-langkah yang kami lakukan dalam mengisi tools ini adalah dengan menuliskan di sticky note lalu menempelkannya di borang Grounded Scale Up Revolution Steps.

  • Langkah pertama adalah mulai dari bagian Value Proposition (nilai/keunggulan yang ditawarkan kepada pelanggan). Untuk memudahkan mengisinya dengan membuat pertanyaan, “kenapa pelanggan harus beli di tempat Anda?, Bukan di tempat lain?”. “Apa manfaat yang akan didapatkan konsumen dengan memiliki produk dari perusahaan Anda.” Setelah dapat menjawab pertanyaan di atas makan baru bisa mengisi bagian Value Proposition, di bisnis lembaga pendidikan Areta Informatics College Value Propositionnya adalah: Solusi untuk orang yang mau cepat kerja, punya bisnis, langsung praktek, dapat sertifikasi international, pengajar praktisi, waktu pendidikanya cepat.
  • Langkah kedua adalah mengisi Customer Segment, sasaran pelanggan di bisnis kami adalah lulusan SMK, SMU, MAN dan sederajat, juga para karyawan, mahasiswa aktif maupun yang sudah lulus kuliah.
  • Langkah ketiga adalah mengisi bagian Channels, yang mana untuk mengisi Channels ini harus dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti, Bagaiamana cara mendatangkan pembeli baru? Bagaimana cara menjadikan pembeli jadi pelanggan? Bagaimana cara konsumen membeli lebih banyak? Bagaimana cara konsumen membeli lebih sering? Bagaimana cara konsumen puas dan ikut menjualkan (dari mulut ke mulut)? Untuk mengisi Channels ini maka kami harus menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Cara kami mendatangkan pelanggan baru adalah dengan melakukan guest teacher, workshop, seminar, dan training yang berkaitan dengan dunia IT dan dunia usaha ke sekolah-sekolah yang menjadi target market kami. Kegiatan-kegiatan tersebut gratis juga ada yang berbayar. Setelah mereka menjadi pembeli jasa kami dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, lalu kami masukkan para peserta menjadi pelanggan kami dengan mengikuti paket belajar selama dua tahun atau empat semester, yang kami sebut Program Profesi IT plus Entrepreneurship. Agar pelanggan kami dapat membeli lebih banyak lagi jasa kami, kami tambahkan Program S1 yang mereka bisa tempuh selama dua sampai tiga tahun untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer. Selama proses mereka belajar di kami, peserta didik kami tawarkan berbagai program workshop, training dan program bersertifikasi. Agar peserta didik kami puas, kami memberikan kesempatan untuk magang atau kerja di instansi atau perusahaan yang sudah bekerja sama dengan lembaga kami, dan bagi peserta didik yang ingin membuka bisnis kami memberikan pendampingan berupa Business Coaching secara gratis. Sehingga sebelum lulus dari pendidikan mereka sudah bekerja dan punya bisnis sendiri. Dengan cara yang kami lakukan membuat para peserta didik puas dan merekomendasikan ke teman-temannya.
  • Langkah ke empat adalah Customer Relationships, untuk mengisi bagian ini ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab yakni, Bagaimana cara konsumen repeat order? Bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan konsumen? Bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan leverage (pengungkit pasar)? Pada usaha yang kami jalankan peserta didik memang didesain agar peserta didik membeli terus jasa yang kami tawarkan dengan cara konsep belajar yang berkesinambungan dari mulai masuk melalui aktifitas guest teacher, workshop dan training lalu menjadi peserta program profesi dua tahun IT plus entrepreneurship terus peserta didik di tawarkan ke jenjang sarjana, dengan demikian terjadi pembelian produk jasa yang dilakukan oleh konsumen kami dengan waktu yang cukup panjang. Agar terjalin hubungan baik dengan peserta didik kami membuat sistem pendampingan bisnis berupa Business Coaching bagi yang mau berwira usaha serta membuat group alumni, tujuannya memberikan support, memberikan informasi peluang usaha, peluang kerja, dan untuk mengetahui jejak rekam dari setiap alumni, serta membangun kolaborasi antar alumni.
  • Langkah ke lima adalah Revenue Streams, bagian ini merupakan pilar-pilar pemasukan Anda dan berapa perkiraan omsetnya setiap pilar itu menyumbang profit. Pada bisnis kami pendapatan omset diperoleh dari beberapa pemasukan. Pertama dari biaya pendidikan program profesi, yang kedua dari biaya pendidikan S1, ketiga dari kegiatan workshop, pelatihan, dan sertifikasi.
  • Langkah ke enam adalah Key Activities, bagian ini adalah aktivitas kunci yang ada dalam bisnis Anda, yang mana bila tidak dikerjakan maka bisnis Anda akan macet. Aktivitas kunci pada bisnis kami adalah menyediakan pengajar yang berkualitas dari praktisi, menyediakan sertifikasi internasional, menyediakan kurikulum yang up to date sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha, menyediakan modul yang selalu update sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan di dunia IT dan dunia usaha, menjalin kerjasama dengan sekolah, menjalin kerjasama dengan kampus, menjalin kerjasama dengan pemerintahan, menjalin kerjasama dengan dunia industri, dan menjalin kerjasama dengan penyedia layanan sertifikasi internasional, serta menjalin kerjasama dengan organisasi/asosiasi baik di bidang IT maupun di bidang bisnis.
  • Langkah ke tujuh adalah Key Resources, adalah sumber daya kunci yang bila tidak ada sumber daya ini, maka aktivitas bisnis ada akan terganggu. Dalam bisnis kami Key Resources berupa pengajar, peserta didik, guru, orang tua, staff, kepala sekolah, IT, dan mahasiswa.
  • Langkah ke delapan adalah Key Partners, merupakan pihak atau partner yang mendukung berlangsungnya bisnis Anda. Pada bisnis kami pihak yang mendukung adalah sekolah, pesantren, kampus, perusahaan, pemerintah, organisasi/asosiasi, karyawan dan investor.
  • Langkah ke sembilan adalah Cost Structure, adalah komponen-komponen biaya yang dikeluarkan dalam proses bisnis Anda. Pada bisnis kami komponen biaya terdiri dari gaji pengajar, gaji karyawan, biaya marketing, biaya transportasi, biaya operasional kantor, biaya sewa gedung, biaya sewa internet, biaya sewa server, biaya sertifikasi, dan biaya administrasi lainnya.

Langkah selanjutnya adalah mengisi tiga puluh komponen scaling up. Pada buku ini saya akan memberikan contoh hanya sebelas komponen yakni:

  • Pertama Target Result/Omzet/Skala/Cash, pada bagian ini kami mentargetkan tiga puluh milyar per tahun.
  • Kedua Jumlah Total Transaksi yang dibutuhkan tiga ribu peserta didik.
  • Ketiga Jumlah Customer Baru Terakuisisi 2960 peserta didik.
  • Ke empat Target Market dan Jumlah Prospek tiga puluh ribu calon peserta didik.
  • Ke lima Jumlah Item/Jenis/Varian Produk tiga jurusan program studi profesi dua tahun yakni Information Technology, Information System, Digital Marketing, serta empat program ekstra yakni, workshop, guest teacher, training sertifikasi, bootcamp, dan satu program pendamping bisnis yakni Business Coaching.
  • Ke enam Jumlah Outlet/Lokasi/Cabang/Toko/Project yakni satu cabang pusat.
  • Ke tujuh List Target Utama/Prospek/Database adalah anak SMK, SMU, MAN, Ponpes, Karyawan, Mahasiswa Aktif, dan Lulusan Perguruan Tinggi serta Guru juga Dosen.
  • Ke delapan Level Izin/Legalitas/Level Usaha/Konsonsium/Holding/Koperasi, pada bisnis kami berupa izin usaha PT (Perseroan Terbatas).
  • Ke sembilan Piranti Tinggal Pakai, di bisnis kami piranti tinggal pakai yang kami gunakan adalah Digital Marketing berupa Fanspage, website landingpage, SEO, FBAds dan GoogleAds.
  • Ke sepuluh Tindakan Tinggal Eksekusi, berupa penyebaran proposal, brosur, guest teacher, workshop, training, seminar dan bisnis coaching.
  • Ke sebelas Kondisi Financial Dashboard, berupa kondisi finansial yang ingin didapatkan, misalnya kami menargetkan freecash 6 milyar per tahun.

Berikutnya kami memberikan contoh untuk mengisi bagian Customer Segment dengan Blue Ocean Strategy dengan Tier 1; “soon to be”, Calon konsumen yang ada di batas pasar Anda yang dengan mudah bisa menjadi konsumen Anda.

Mereka yang sudah sangat paham gaya bisnis Anda dan produk Anda.

Merasakan manfaat dimana produk Anda menjadi penting untuk kehidupannya, dibagian ini tier 1 kami adalah siswa SMK/SMU sederajat kelas 12.

Tier 2; “refusing”, Calon konsumen yang sudah mengetahui produk Anda, mengetahui manfaat produk Anda tetapi belum melakukan transaksi dan menjadi pelanggan Anda, dibagian ini tier 2 kami adalah SMK/SMU sederajat kelas 11 yang magang atau kerja praktek di tempat kami, dan juga peserta workshop/guest teacher yang kami adakan di sekolah mereka.

Tier 3; “shift market”, Calon konsumen yang secara sadar belum membutuhkan produk Anda, merasa belum perlu atau bahkan tidak perlu, bagian ini tier 3 kami adalah SMK/SMU sederajat kelas 10. Tier 4; “unknown”, Calon konsumen yang belum tahu tentang produk Anda, belum tahu manfaat produk Anda, produk Anda masih belum di kenal olehnya.

Bagian ini tier 4 kami adalah karyawan dan mahasiswa aktif atau lulusan di perguruan tinggi lainnya.

Tier 5; “unexplored”, Calon konsumen yang berada jauh dari produk Anda, ini karena jarak dan waktu. Produk Anda belum sampai ke daerah mereka, bisa jadi mereka sudah tahu dan faham, bisa jadi mereka memang masih sangat buta dengan produk Anda, bagian ini tier 5 kami adalah lulusan SMK/SMU sederajat yang ada di luar kota.